Surga adalah tempat yang telah disediakan oleh Allah Subhana wata'ala sebagai balasan bagi orang-orang yang selalu melakukan kebajikan selama di dunia.

Para sahabat rasul, telah melakukan banyak hal demi memperjuangkan dan menegakkan nama Islam. berjihad, setia, tanpa berkhianat kepada Allah Subhana wata'ala. Imam Muslim menyebutkan sebuah hadits riwayat dari Abu Hurairah ra yang menyatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada para sahabat, "Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai antarsesama. Maukah kalian, aku tunjukkan suatu perbuatan jika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai, yaitu tebarkan salam di antara kalian."

Kamu tentu sangat tahu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memuliakan para sahabatnya, Perjuangan para sahabatnya dalam menegakkan Islam bahkan tidak bisa dinilai dengan sebesar gunung sekalipun.

Rasulullah pernah bersabda:

"Abu Bakar di surga, Umar di surga, Usman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa'ad di surga, Sa'id di surga, Abu Ubaidah bin Jarrah di surga." (HR. At-Tirmidzi)

Inilah para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang dijamin masuk surga dirangkum dari berbagai sumber pada senin, (1/3/2021).

1. Abu Bakar Ash Shiddiq

Dia adalah orang pertama yang memeluk agama Islam, sekaligus khalifah pertama di antara khalifah lainnya. Abu Bakar pun adalah manusia terbaik setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu ‘Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu” (HR. Bukhari)

Ia berhijrah bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, sebelum berhijrah ia telah membebaskan 70 orang yang disiksa oleh kaum kafir. Jasanya yang paling besar adalah ketika dirinya menjadi khalifah dan berjuang memerangi kaum murtad.

2. Umar bin Khattab

Dialah seorang pemimpin yang rela bertahan dan menderita bersama rakyatnya dalam masa sulit. Umar dianggap menjadi pemimpin ideal kaum Muslim. Dia juga dijuluki sebagai Singa Padang Pasir karena keberaniannya dalam menyiarkan Islam.

Sosoknya yang keras dan tegas pendirian, membuat dirinya banyak disegani bahkan oleh kaum suku Quraisy sekali pun. Umar pula satu-satunya orang yang paling berani menyampaikan pikiran dan gagasan-gagasannya di hadapan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan tak jarang kritik untuk kemaslahatan umat.

Masuknya Umar kedalam ajaran Islam, menjadi tanda penguat dan semangat dalam memperjuangkan pergerakan Islam bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

3. Utsman bin Affan

Utsman bin Affan merupakan khalifah ketiga, setelah Umar bin Khattab. Dia adalah seorang sudagar kaya raya yang memiliki akhlak baik menurut Islam. Jujur, dermawan, dan baik hati. Karena akhlaknya lah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintainya.

Sosok Utsman pun dijuluki sebagai dzunnur'ain, yang artinya pemilik dua cahaya.Sebab telah menikah dua putri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Di masa kepemimpinan Utsman pula, umat Islam mengalami banyak kemajuan. Seperti membebaskan sejumlah wilayah, membentuk angkatan laut pertama dalam Islam, hingga melakukan perluasan Masjid Nabawi.

4. Ali bin Abi Thalib

Inilah khalifah terakhir sekaligus sepupu dan menantu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam setelah menikahi Fatimah Az-Zahra. Ali bin Abi Thalib pun orang kedua yang menerima dakwah Islam, setelah Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ali dikenal sebagao seorang panglima perang yang gagah berani dan hampir turut serta dalam semua peperangan yang terjadi di masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, ia juga pernah menerima banyak kritikan kebijaksanaannya hingga terjadi pertumbahan darah.

Ai bin Abi Thalib diberi gelar "Karrahmallahu Wajhah" yang artinya semoga Allah Subhana wata'ala memuliakan wajahnya.

5. Thalhah bin Ubaidillah

Thalhah adalah sahabat Nabi Muhammad yang tetap bakti dan perjuangannya dalam menegakkan Islam dan membela kaum Muslim. Cobaan dalam memperjuangkan Islam banyak dialami olehnya. Dan banyak julukan yang didapatknya, salah satunya Asy-Syaahidul Hayy atau syahid yang hidup.

Dirinya wafat saat mengikuti perang Uhud, melindungi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam hingga harus menerima 70 luka sabetan pedang, tusukan tombak, dan anak panah. Sampai pada akhirnya, ia mati syahid.

6. Zubair bin Awwam

Dirinya adalah sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Dia pula lah orang pertama yang menghunuskan pedangnya di jalan Allah Subhana wata'ala.

Ibunda Zubair adalah bibi dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Zubair bin Awwam menjadi pembela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bukan karena sepupunya, melainkan keinginannya untuk berkorban di jalan Allah Subhanawata'ala.

7. Abdurrahman bin Auf

Di antara banyaknya sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam , sosok Abdurrahman menjadi salah satu di dalamnya. Ia merupakan lelaki yang memiliki kedermawanan luar biasa.

Abdurrahman pun adalah seorang pebisnis kaya yang tidak pernah pikir panjang untuk menyumbangkan sebagian hartanya kepada orang-orang. Kekayaannya dia dapat dari hasil perdagangan.

Dia pun dijuluki sebagai "Sahabat Bertangan Emas", sebab semua bis yang dikelolanya pasti berhasil.

8. Sa'ad bin Abi Waqqash

Sa'ad bin Abi Waqash dipercaya sebagai orang ketiga yang memeluk Islam dan orang pertama yang melepaskan anak panah dari busurnya di jalan Allah Subhana wata'ala. Dia merupakan paman dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat berani dan kuat.

Sa'ad pernah memimpin perang besar dalam sejarah bagi umat Islam, yaitu perang melawan Persia. Dia pun dikenal sebagai anak yang berbakti kepada orangtua, dan inilah yang menjadi jaminan bahwa dirinya akan masuk surga.

9. Sa'id bin Zaid bin Amru bin Naufal Al-Adawi

Dirinya adalah pelopor orang-orang yang beriman kepada Allah Subhana wata'ala dan membenarkan kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sa'id tumbuh dilingkungan yang mengingkari kepercayaa dan adat istiadat dari kaum Quraisy.

Bahkan di dalam suatu kisah, Sa'id dan istrinya lah yang menyebabkan Umar bin Khattab masuk Islam.

10. Abu Ubaidillah bin Jarrah

Ia termasuk dalam kelompok pertama sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang masuk Islam. Berkat ajakan Abu Bakar Ash-Siddiq lah, Abu Ubaidillah memeluk agama Islam.

Dirinya dikenal sebagai sosok yang lemah lembut, tetapi bila menghadapi suatu urusan penting, dia sangat cekatan bak singa jantan.

Abu Ubaidillah pernah ikut serta dalam perang Badar yang berhasil menyusup ke barisan musuh tanpa takut mati. Semasa hidupnya, ia tetap setia membela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam setiap situasi dan kondisi apa pun.

Itulah sepuluh sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang dijamin masuk surga.



Wafatnya Umar bin Khattab

Wafat. Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lu'lu'(Fairuz), seorang budak yang fanatik pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah orang Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lu'lu' (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara adidaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah wafat, jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu:

  1. Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
  2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
  3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
  4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
  5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi, dan penuh penyesalan.
  6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.